◊Peduli atau Tidakkah Generasi Saat Ini Terhadap Bangsa dan Negara
Berdasarkan catatan sejarah, dahulu banyak orang Malaysia belajar di kampus-kampus Indonesia. Dulu banyak petani-petani Vietnam belajar di Institut Pertanian di Indonesia.
Namun sekarang segalanya terbalik, mereka tidak lagi mau belajar di Indonesia, karena Perguruan-perguruan tinggi di negara mereka jauh lebih maju daripada yang ada di negara kita.
Pertanian di negara-negara yang dulu belajar di Indonesia sekarang sudah jauh lebih maju dari negara kita. Sehingga setiap produk pertanian, perikanan dan peternakan terbaik selalu diberi embel-embel kata Siam atau Bangkok. Labu Siam, Jambu Bangkok, Ayam Bangkok dan Bangkok-bangkok lainnya :P
Ada apa dengan negara kita?
Ada apa dengan dunia pendidikan kita?
Mengapa bias tertinggal jauh dengan negara-negara yang dulu justru belajar dari kita?
Tidakkah kita menyadari ini semua?
Tidakkah kita peduli?
Awal kehancuran dari suatu bangsa biasanya ditandai dengan kehancuran generasi mudanya.
Dan awal kehancuran dari generasi muda dimulai dari pendidikan di sekolah dan di rumahnya.
Yang pada akhirnya membentuk pola pikir, cara pandang, kebiasaan, dan budaya suatu generasi.
Hal ini pernah terjadi di Eropa. Dulu Inggris dan Spanyol adalah bangsa yang memiliki kemampuan seimbang dalam berbagai bidang. Namun, setelah beberapa generasi, Inggris jauh mengungguli Spanyol dalam berbagai bidang.
Apa penyebabnya?
Hal ini karena budaya yang berkembang pada masyarakatnya sangat jauh berbeda.
- Di Spanyol : budaya yang berkembang adalah melankolis, telenovela yang tiap hari mencekoki anak-anak dan generasi mudanya dengan kisah-kisah percintaan, perselingkuhan, saling menjatuhkan, pertengkaran, tipu muslihat dan ssebagainya.
- Di Inggris : Kisah-kisah yang dibangun adalah budaya kepahlawanan dan petualangan pantang menyerah, sehingga jiwa generasi mudanya menjadi jauh lebih sehat dan selalu menyukai tantangan hidup.
10 tannda gejala kemunduran dan kehancuran suatu bangsa :
- Meningkatnya perilaku kekerasan terutama di kalangan remaja dan masyarakat
- Penggunaan bahasa yang kasar, kotor, ejekan yang menjatuhkan
- Pengaruh teman dan lingkungan melebihi pengaruh keluarga
- Meningkatnya narkoba dan seks bebas
- Lenyapnya nilai moral susila dan kebenaran di kehidupan remaja dan masyarakat
- Turunnya nilai kebangsaan dan cinta tanah air
- Rendahnya rasa hormat anak-anak dan remaja pada orang tua dan guru
- Meningkatnya tayangan-tayangan di TV dan media massa yang merusak mental anak dan remaja
- Korupsi dan kolusi serta kecurangan di semua sektor
- Meningkatnya sikap saling curiga dan benci antar sesama
Mari kita renungkan 10 tanda kehancuran suatu bangsa di atas, apakah tanda-tanda itu sebagian besar atau bahkan seluruhnya muncul di Indonesia?
Bagaimana menurut anda?
Jika jawabannya ‘iya’ lalu apa yang bias kita lakukan?
Ternyata sistem pendidikanlah semua persoalan bermuara. Maka marilah kita benahi sistem dan cara mendidik anak-anak kita di rumah dan di sekolah.
Jika membenahi sistem pendidikan tampaknya sulit bagi kita, marilah kita mulai dari diri kita, rumah kita sendiri, dari hal-hal kecil yang kita bisa dan SAAT INI JUGA.
- Contoh generasi Muda dalam kehidupan sehari-hari :
Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung.